- Siapa yang menyatakan kesiapan pemotongan gaji di Golkar?
- Mengapa Golkar siap dipotong gaji?
- Negara mana yang dijadikan contoh kebijakan penghematan oleh Prabowo?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta – Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji menyatakan, menteri maupun anggota DPR Golkar siap dipotong gaji jika negara membutuhkan. Diklaim, sikap tersebut bentuk dukungan Golkar pada kondisi negara dalam menghadapi situasi global.
“Jika negara membutuhkan (Menteri dan DPR Golkar) kami siap dipotong gaji. Ini adalah sebuah ikhtiar simbolik bahwa kita peka terhadap keadaan dan siap menyesuaikan diri,” kata Sarmuji pada wartawan, Senin (16/3/2026).
Sarmuji menilai, pemerintah memang perlu menyiapkan skenario kebijakan menghadapi situasi global yang tidak menentu dan berdampak ke Tanah Air.
Advertisement
“Pemerintah harus sudah melakukan simulasi tentang apa saja yang bisa dilakukan untuk mengatasi keadaan,” ujar Sarmuji.
Prabowo Ajak Berhemat
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mencontohkan negara Pakistan yang menerapkan berbagai kebijakan penghematan, mulai dari pemotongan gaji menteri hingga pembatasan penggunaan kendaraan dinas.
Dia menilai kebijakan tersebut dapat menjadi contoh yang patut dikaji Indonesia, terutama ketika harga minyak dunia mengalami kenaikan dalam kondisi global.
“Mereka bahkan mengurangi gaji untuk anggota kabinet, untuk anggota DPR,” kata Prabowo.
Advertisement
Advertisement