{"id":13421,"date":"2026-04-02T06:33:19","date_gmt":"2026-04-02T06:33:19","guid":{"rendered":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/?p=13421"},"modified":"2026-04-02T06:33:19","modified_gmt":"2026-04-02T06:33:19","slug":"pr-besar-keuangan-syariah-literasi-tinggi-akses-rendah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/?p=13421","title":{"rendered":"PR Besar Keuangan Syariah: Literasi Tinggi, Akses Rendah"},"content":{"rendered":"<div>\n<article morss_own_score=\"6.185534591194969\" morss_score=\"10.730003137832714\">\n<figure>\n<imgsrc=\"\"><figcaption>\n                            Foto: Ilustrasi OJK (CNBC Indonesia\/Faisal Rahman)                        <\/figcaption><\/figure>\n<div class=\"detail-text\" morss_own_score=\"5.410714285714286\" morss_score=\"43.910714285714285\">\n<p><strong>Jakarta, CNBC Indonesia<\/strong>\u00a0\u2014 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan tingkat literasi keuangan syariah di Indonesia lebih tinggi dibandingkan keuangan konvensional.<\/p>\n<p>Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen (PEPK) Dicky Kartikoyono mengatakan, sejatinya pemahaman umat Islam cukup baik tentang bagaimana ekonomi keuangan syariah.<\/p>\n<p>Ia memaparkan, berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK), tingkat literasi keuangan syariah sebesar 43,4%.<\/p>\n<p>Sebagai informasi, literasi merupakan tingkat pemahaman ataupengetahuan individu mengenai produk dan layanan, sedangkan inklusi adalah tingkat akses dan penggunaan produk tersebut secara nyata atau akses.<\/p>\n<p>&#8220;Literasinya 43,4. Kemudian inklusinya masih rendah. Artinya apa? Pemahaman umat Islam cukup baik tentang bagaimana ekonomi keuangan syariah,&#8221; ujarnya dalam acara Penutupan Genyar Ramadan Keuangan Syariah 2026 di Jakarta, Kamia (2\/4\/2026).<\/p>\n<p>Sebaliknya, kata Dicky, pada keuangan konvensional, literasi terhadap tentang keuangan digital masih rendah, namun secara inklusinya besar.<\/p>\n<p>&#8220;Karena semuanya bisa diakses melalui mobile phone. Gampang sekali pinjem tapi literasinya masih menjadi tantangan,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Mengutip data OJK, indeks literasi keuangan nasional tercatat tahun 2025 sebesar 66,46% berdasarkan metode keberlanjutan, naik dari 65,43% pada 2024.<\/p>\n<p>Jika dirinci, literasi keuangan konvensional mencapai 66,45% dan inklusi keuangan konvensional mencapai 79,71%. Sementara, literasi keuangan syariah berada di 43,42% dan inklusi keuangan syariah relatif rendah di 13,41%<\/p>\n<p>Dicky menuturkan, hal ini menjadi tantangan dan tugas bagi regulator keuangan dan pelaku jasa keuangan untuk melakukan edukasi dan literasi keuangan masyarakat.<\/p>\n<p>&#8220;Ini sebenarnya menjadi modal untuk kita di keuangan syariah karena literasinya baik. Terkait dengan itu kami tentunya mengajak Bapak-Ibu sekalian untuk bersama-sama melakukan gerakan nasional cerdas keuangan,&#8221; tutupnya.<\/p>\n<p><strong>(mkh\/mkh)<\/strong><br \/>\n<a href=\"https:\/\/www.cnbcindonesia.com\/embed\/video\/719271?comscore=off\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">[Gambas:Video CNBC]<br \/><\/a>\n<\/div>\n<p><a href=\"https:\/\/www.cnbcindonesia.com\/market\/20251124214542-17-688146\/ratu-belanda-maxima-tiba-di-ri-fokus-financial-health-resillient\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><\/p>\n<p><span><br \/>\n\t\t\tNext Article\t\t<\/span><\/p>\n<p><span><br \/>\n\t\t\t\tRatu Belanda Maxima Tiba di RI, Fokus Financial Health &amp; Resillient\t\t\t<\/span><\/p>\n<p><\/a><\/p>\n<\/article>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<div><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/awsimages.detik.net.id\/visual\/2024\/03\/26\/ilustrasi-ojk-cnbc-indonesiafaisal-rahman-2_169.jpeg?w=1200&amp;q=90\"> OJK mengungkap literasi keuangan syariah di Indonesia mencapai 43,4%, lebih tinggi dari konvensional. Namun, inklusinya masih rendah. Edukasi diperlukan.<\/div>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"rop_custom_images_group":[],"rop_custom_messages_group":[],"rop_publish_now":"initial","rop_publish_now_accounts":[],"rop_publish_now_history":[],"rop_publish_now_status":"pending","neve_meta_sidebar":"","neve_meta_container":"","neve_meta_enable_content_width":"","neve_meta_content_width":0,"neve_meta_title_alignment":"","neve_meta_author_avatar":"","neve_post_elements_order":"","neve_meta_disable_header":"","neve_meta_disable_footer":"","neve_meta_disable_title":"","_themeisle_gutenberg_block_has_review":false,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-13421","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13421","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=13421"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13421\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=13421"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=13421"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=13421"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}