{"id":18462,"date":"2026-04-18T00:53:20","date_gmt":"2026-04-18T00:53:20","guid":{"rendered":"http:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/?p=18462"},"modified":"2026-04-18T00:53:20","modified_gmt":"2026-04-18T00:53:20","slug":"kronologi-polemik-ceramah-jk-di-ugm-berujung-dilaporkan-ke-polisi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/?p=18462","title":{"rendered":"Kronologi Polemik Ceramah JK di UGM Berujung Dilaporkan ke Polisi"},"content":{"rendered":"<div>\n<article morss_own_score=\"5.84113712374582\" morss_score=\"17.053548829093955\">\n<h1> Kronologi Polemik Ceramah JK di UGM Berujung Dilaporkan ke Polisi <\/h1>\n<p> <span>CNN Indonesia<\/span><\/p>\n<div> Sabtu, 18 Apr 2026 07:50 WIB <\/div>\n<div>Bagikan:<\/div>\n<p><a href=\"https:\/\/www.cnnindonesia.com\/nasional\/20260418073832-20-1349354\/kronologi-polemik-ceramah-jk-di-ugm-berujung-dilaporkan-ke-polisi\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><br \/>\n<imgsrc=\"\"><br \/>\n<\/a><\/p>\n<p><span>url telah tercopy<\/span><\/p>\n<div class=\"detail-text text-cnn_black text-sm grow min-w-0\" morss_own_score=\"4.7936507936507935\" morss_score=\"124.65728715728716\">\n<details>\n<summary>\n                Daftar Isi<\/p>\n<\/summary>\n<\/details>\n<p><strong>Jakarta, CNN Indonesia<\/strong> &#8212; <\/p>\n<p>Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI <\/p>\n<p>JK dipolisikan karena dianggap telah menistakan ajaran Agama Kristen lewat ceramahnya yang bertajuk &#8216;Strategi Diplomasi Indonesia dalam Memitigasi Potensi Eskalasi Perang Regional Multipolar&#8217;.<\/p>\n<div class=\"paradetail\" style=\"clear: both; margin-bottom: 24px;background-color:#F8F8F8; height: 650px;\" morss_own_score=\"6.0\" morss_score=\"15.0\">\n<p>\nADVERTISEMENT\n<\/p>\n<p>\nSCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT\n<\/p>\n<\/div>\n<p>Belakangan, polemik ini berkembang hingga menyeret isu lain, termasuk pernyataannya soal ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Berikut rangkaian JK ceramah di UGM hingga dipolisikan GAMKI:<\/p>\n<h2>1. Ceramah 5 Maret di UGM singgung konflik agama<\/h2>\n<p>JK menyampaikan ceramah bertajuk Strategi Diplomasi Indonesia dalam Memitigasi Potensi Eskalasi Perang Regional Multipolar di Masjid Universitas Gadjah Mada pada 5 Maret 2026.<\/p>\n<p>Dalam ceramahnya, JK menyinggung konflik Poso dan Ambon, serta menyebut kedua pihak yang bertikai kerap merasa tindakan membunuh dilandasi keyakinan &#8216;syahid&#8217;.<\/p>\n<p>&#8220;Ada juga (konflik) karena agama&#8230; kedua-duanya Islam dan Kristen berpendapat mati atau menewaskan orang itu syahid,&#8221; kata JK.<\/p>\n<p>Ia juga menegaskan tidak ada agama yang membenarkan pembunuhan.<\/p>\n<p>&#8220;Tunjukkan sama saya, agama Islam dan Kristen, yang mengatakan membunuh orang tidak bersalah masuk surga. Tidak ada,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<h2>2. 8 April: JK terseret polemik ijazah Jokowi<\/h2>\n<p>Memasuki April, JK ikut terseret polemik dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Ia menilai polemik tersebut meresahkan masyarakat dan memicu perpecahan.<\/p>\n<p>&#8220;Meresahkan masyarakat, merugikan waktu, merugikan Pak Jokowi, merugikan semua,&#8221; kata JK, Rabu (8\/4).<\/p>\n<p>JK bahkan menyebut polemik itu bisa dihentikan jika ijazah asli ditunjukkan.<\/p>\n<p>&#8220;Sebenarnya sederhana persoalannya, karena saya yakin Pak Jokowi bahwa punya ijazah asli. Ya sebenarnya kita setop lah ini perkara dengan cara tinggal Pak Jokowi memperlihatkan ijazahnya yang asli,,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<h2>3. 12 April: Kubu JK bantah tudingan penistaan agama<\/h2>\n<p>Ceramah JK di masjid UGM itu kemudian viral di media sosial, dengan hanya menunjukkan sebagian pidato. Cuplikan viral ini yang kemudian menjadi tudingan bahwa JK sudah menistakan agama.<\/p>\n<p>Juru bicara JK, Husain Abdullah, membantah tudingan penistaan agama terkait ceramah tersebut. Ia menyebut potongan video yang beredar telah kehilangan konteks.<\/p>\n<p>&#8220;Tuduhan itu merupakan hasil pemotongan konteks (context cutting). Kami membantah dengan tegas tuduhan itu,&#8221; ujar Husain saat dikonfirmasi melalui pesan tertulis, Minggu (12\/4) malam.<\/p>\n<p>Ia menegaskan pernyataan JK justru ingin meluruskan bahwa tidak ada agama yang membenarkan kekerasan.<\/p>\n<h2>4. 13 April: Kampus minta publik lihat konteks utuh<\/h2>\n<p>Pengelola kanal YouTube Masjid UGM juga mengimbau publik menonton ceramah secara utuh.<\/p>\n<p>&#8220;Jemaah sekalian, kami mohon dengan sangat untuk menyimak video secara utuh, bukan hanya potongan-potongan yang beredar. Seringkali cuplikan yang tidak lengkap dapat menimbulkan kesalahpahaman karena konteks pembicaraan tidak tersampaikan dengan baik,&#8221; tulis admin dalam kolom komentar,&#8221; tulis admin kanal tersebut yang disematkan mulai Senin (13\/4) kemarin.<\/p>\n<h2>5. 13 April: GAMKI laporkan JK ke polisi<\/h2>\n<p>DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) bersama sejumlah organisasi melaporkan JK ke kepolisian.<\/p>\n<p>Ketua Umum GAMKI Sahat Sinurat menyebut pernyataan JK dinilai menyinggung ajaran Kristen dan menimbulkan kegaduhan.<\/p>\n<p>&#8220;Bersama ini kami yang terdiri dari berbagai Lembaga Kristen dan Organisasi Masyarakat akan melaporkan Bapak Jusuf Kalla ke Kepolisian RI,&#8221; kata Ketua Umum DPP GAMKI Sahat Sinurat dalam keterangannya.<\/p>\n<p>Ia menegaskan ajaran Kristen tidak pernah membenarkan membunuh sebagai jalan menuju surga.<\/p>\n<h2>6. 14 April: laporan serupa muncul dari Sumut<\/h2>\n<p>Sejumlah organisasi yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sipil Sumatra Utara ikut melaporkan JK ke Polda Sumut.<\/p>\n<p>Perwakilan aliansi, Bishop Dikson Panjaitan, menilai pernyataan JK telah menistakan ajaran Kristen.<\/p>\n<p>&#8220;Pernyataan Pak Jusuf Kalla ini sungguh menistakan,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<h2>7. 15 April: Pemerintah dorong penyelesaian lewat dialog<\/h2>\n<p>Menteri HAM Natalius Pigai mendorong penyelesaian polemik melalui dialog, bukan jalur hukum.<\/p>\n<p>&#8220;Saya Menteri HAM tidak sepakat dengan laporan polisi terhadap Pak JK. Saya tolak tegas. Terus terang tidak ada manfaatnya juga,&#8221; ujar Pigai seperti dikutip Antara, Rabu (15\/4).<\/p>\n<h2>8. 17 April: Keluarga JK minta tak ada aksi massa<\/h2>\n<p>Pihak keluarga JK melalui Subhan Djaya Mappaturung mengimbau masyarakat tidak menggelar aksi unjuk rasa.<\/p>\n<p>&#8220;Sekali lagi kami tegaskan agar masyarakat tidak terprovokasi dan tidak ikut terhadap ajakan dan seruan unjuk rasa yang mengaitkan pembelaan atau dukungan terhadap Bapak Jusuf Kalla,&#8221; ujarnya, Jumat (17\/4).<\/p>\n<p>Keluarga juga meminta publik tidak terprovokasi serta menjaga stabilitas di tengah polemik yang berkembang.<\/p>\n<p> <strong>(lau\/dmi)<\/strong><\/p>\n<\/div>\n<div>Bagikan:<\/div>\n<p><a href=\"https:\/\/www.cnnindonesia.com\/nasional\/20260418073832-20-1349354\/kronologi-polemik-ceramah-jk-di-ugm-berujung-dilaporkan-ke-polisi\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><br \/>\n<imgsrc=\"\"><br \/>\n<\/a><\/p>\n<p><span>url telah tercopy<\/span><\/p>\n<\/article>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<div><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/akcdn.detik.net.id\/visual\/2026\/04\/08\/jk-ke-bareskrim-polri-lapor-rismon-hasiholan-sianipar-1775629513123_169.jpeg?w=360&amp;q=90\"> Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla dilaporkan GAMKI setelah ceramah di UGM dianggap menistakan ajaran Kristen.<\/div>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"rop_custom_images_group":[],"rop_custom_messages_group":[],"rop_publish_now":"initial","rop_publish_now_accounts":[],"rop_publish_now_history":[],"rop_publish_now_status":"pending","neve_meta_sidebar":"","neve_meta_container":"","neve_meta_enable_content_width":"","neve_meta_content_width":0,"neve_meta_title_alignment":"","neve_meta_author_avatar":"","neve_post_elements_order":"","neve_meta_disable_header":"","neve_meta_disable_footer":"","neve_meta_disable_title":"","_themeisle_gutenberg_block_has_review":false,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-18462","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/18462","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=18462"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/18462\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=18462"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=18462"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=18462"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}