{"id":18707,"date":"2026-04-19T04:23:18","date_gmt":"2026-04-19T04:23:18","guid":{"rendered":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/?p=18707"},"modified":"2026-04-19T04:23:18","modified_gmt":"2026-04-19T04:23:18","slug":"jangan-sengaja-gagal-bayar-pinjol-risiko-besar-mengintai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/?p=18707","title":{"rendered":"Jangan Sengaja Gagal Bayar Pinjol, Risiko Besar Mengintai"},"content":{"rendered":"<div>\n<article morss_own_score=\"6.386597938144329\" morss_score=\"11.56445028713762\">\n<figure class=\"mb-9\" morss_own_score=\"5.0\" morss_score=\"9.0\">\n<imgsrc=\"\"><figcaption>\n                            Foto: infografis\/OJK Atur Cara dan Larangan Tagih Utang Pinjol\/Aristya rahadian                        <\/figcaption><\/figure>\n<div class=\"detail-text\" morss_own_score=\"5.549488054607508\" morss_score=\"53.54948805460751\">\n<p morss_own_score=\"7.0\" morss_score=\"9.0\"><strong>Jakarta, CNBC Indonesia<\/strong>\u00a0\u2014\u00a0Saat mengajukan pinjaman, baik melalui kredit bank maupun layanan pinjaman online (pinjol), penting bagi masyarakat untuk mempertimbangkan kemampuan finansial dalam melunasi kewajiban sebelum jatuh tempo.<\/p>\n<p>Kasus gagal bayar (galbay) atau kredit macet memang masih marak terjadi. Penyebabnya beragam, mulai dari keterbatasan uang, manajemen keuangan yang buruk, hingga kurangnya pemahaman tentang persyaratan pinjaman.<\/p>\n<p>Fenomena ini umum terjadi, apalagi ketika meminjam uang dari layanan pinjol yang syaratnya relatif lebih mudah. Lantas, seperti apa risiko yang akan dihadapi jika tak bayar utang pinjol?<\/p>\n<p>Ketua ICT Watch Indriyatno Banyumurti menyebut, risiko gagal bayar utang pinjol cukup besar. Misalnya akan dihantui denda yang kian besar, gangguan psikologis akibat utang yang menumpuk, hingga ancaman hukum.<\/p>\n<p>Indriyatno juga menyebut bahwa konten-konten di media sosial terkait fenomena galbay memang cenderung akan lebih cepat viral karena bersifat negatif. Dengan demikian, perlu adanya edukasi finansial bagi konsumen pinjol.<\/p>\n<p>&#8220;Kenapa sih ada promosi gagal bayar (galbay)? Perlu disampaikan juga konten-konten untuk meng-counter konten tersebut. Bahwa kalau memang berniat gagal bayar, sampai diniatkan seperti itu, ini ada risiko hukumnya lho,&#8221; ungkap Indrayatno dalam podcast FintechVerse 360kredi di YouTube, dikutip Minggu (19\/4\/2026).<\/p>\n<p>Selain risiko hukum, galbay juga berdampak pada penurunan skor kredit SLIK OJK bagi penggunanya. Hal ini dapat mengakibatkan kesulitan dalam pengajuan kredit seperti pembelian kendaraan bermotor atau kredit rumah.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi jangan anggap enteng bahwa sekedar melepaskan tanggung jawab, menghindari bayar ke fintech lending (pindar) kemudian hidup tenang,&#8221; ucap Indriyatno.<\/p>\n<p>Saat ini terdapat\u00a095 perusahaan penyelenggara pinjol yang legal berizin OJK. Adapun OJK mencatat outstanding pembiayaan pinjaman daring per\u00a0Februari 2026 mencapai Rp100,69 triliun. Pencapaian ini tumbuh sebesar 25,75%\u00a0yoy.<\/p>\n<p>Sementara itu, tingkat risiko kredit macet secara agregat (TWP90) naik ke angka 4,54% pada periode yang sama. Angka ini meningkat dibandingkan sebelumnya TWP90 berada di kisaran 2%.\u00a0<\/p>\n<p>Hal senada juga disampaikan oleh Direktur Komersial IdScore Wahyu Trenggono yang mengatakan, setiap individu harus menjaga dan melakukan pengecekan rekam jejak kredit atau skor kredit untuk menghindari kesulitan mendapatkan pendanaan.<\/p>\n<p>&#8220;Credit scoring harus kita jaga, karena dampaknya sangat luas. Nanti tak bisa dapat kerja, susah cari kerja, cari jodoh juga susah kalau nilai jelek,&#8221; ujarnya dalam acara AFPI Journalist Workshop and Gathering di Bandung beberapa saat lalu.<\/p>\n<p>Dengan beberapa risiko gagal bayar, sebaiknya masyarakat lebih berhati-hati ketika memutuskan meminjam uang di layanan pinjol. Pastikan Anda yakin bisa membayar uang yang dipinjam.<\/p>\n<p><strong>(mkh\/mkh)<\/strong><br \/>\n<a href=\"https:\/\/www.cnbcindonesia.com\/embed\/video\/715587?comscore=off\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">[Gambas:Video CNBC]<br \/><\/a>\n<\/div>\n<p><a href=\"https:\/\/www.cnbcindonesia.com\/market\/20251205135707-17-691490\/hati-hati-risiko-galbay-pinjol-tidak-main-main\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><\/p>\n<p><span><br \/>\n\t\t\tNext Article\t\t<\/span><\/p>\n<p><span><br \/>\n\t\t\t\tHati-Hati! Risiko Galbay Pinjol Tidak Main-Main\t\t\t<\/span><\/p>\n<p><\/a><\/p>\n<\/article>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<div><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/awsimages.detik.net.id\/visual\/2023\/11\/14\/ojk-atur-cara-dan-larangan-tagih-utang-pinjol_169.png?w=1200&amp;q=90\"> Risiko gagal bayar pinjaman online (pinjol) dapat berdampak serius, termasuk denda, gangguan psikologis, dan penurunan skor kredit.<\/div>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"rop_custom_images_group":[],"rop_custom_messages_group":[],"rop_publish_now":"initial","rop_publish_now_accounts":[],"rop_publish_now_history":[],"rop_publish_now_status":"pending","neve_meta_sidebar":"","neve_meta_container":"","neve_meta_enable_content_width":"","neve_meta_content_width":0,"neve_meta_title_alignment":"","neve_meta_author_avatar":"","neve_post_elements_order":"","neve_meta_disable_header":"","neve_meta_disable_footer":"","neve_meta_disable_title":"","_themeisle_gutenberg_block_has_review":false,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-18707","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/18707","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=18707"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/18707\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=18707"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=18707"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=18707"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}