{"id":18782,"date":"2026-04-19T11:03:19","date_gmt":"2026-04-19T11:03:19","guid":{"rendered":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/?p=18782"},"modified":"2026-04-19T11:03:19","modified_gmt":"2026-04-19T11:03:19","slug":"utang-pinjol-otomatis-diputihkan-setelah-90-hari-mitos-atau-fakta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/?p=18782","title":{"rendered":"Utang Pinjol Otomatis Diputihkan setelah 90 Hari, Mitos atau Fakta?"},"content":{"rendered":"<div>\n<div class=\"detail-text\" morss_own_score=\"5.211498973305956\" morss_score=\"18.711498973305957\">\n<p><span><strong>Jakarta, CNBC Indonesia &#8211;<\/strong> Ada banyak informasi simpang-siur beredar di masyarakat mengenai pinjaman online (pinjol), salah satunya mengenai kabar utang akan otomatis hangus setelah 90 hari. Benarkah demikian?<\/span><\/p>\n<p><span>Faktanya, utang pinjol tidak ada batas akhirnya. Ketentuan ini diatur dalam peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)\u00a0<\/span><span>No.10\/POJK\/POJK.05\/2022 yang menegaskan bahwa pembayaran pokok yang terlambat atau bunga lebih dari 90 hari masuk dalam kategori macet atau TWP 90.<\/span><\/p>\n<p morss_own_score=\"7.0\" morss_score=\"19.5\"><span>Artinya status tersebut tidak menghapus utang. Nasabah tetap harus melunasi kewajiban pinjamannya, sementara penyelenggara bisa menempuh jalur hukum untuk menyelesaikan masalah kredit macet.<\/span><\/p>\n<p><span>Nasabah yang gagal bayar juga akan dilaporkan dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK. Dengan begitu, mereka akan sulit mengajukan pinjaman di lembaga keuangan manapun di masa depan.<\/span><\/p>\n<p><span>Bunga pinjaman itu akan terus berjalan. Sebagai catatan, aturan OJK menyebutkan bunga pinjol konsumtif legal 0,4% per hari untuk tenor di bawah 30 hari, sementara bunga pinjaman produktif 12-24%.<\/span><\/p>\n<p morss_own_score=\"7.0\" morss_score=\"32.0\"><span>Namun penyelenggara jasa keuangan memiliki kewajiban melakukan penagihan sesuai dengan norma di masyarakat dan ketentuan aturan, hal ini tertuang dalam peraturan OJK nomor 22\/2023 pasal 62 beleid.<\/span><\/p>\n<p><span>Aturan itu menyebutkan penagihan dilakukan di tempat alaman penagihan atau domisili. Waktunya juga diatur hanya pada hari Senin hingga Sabtu, di luar libur nasional, pada pukul 08:00-20:00 waktu setempat.<\/span><\/p>\n<p><span>Penagihan bisa dilakukan di luar ketentuan. Namun hal ini perlu mendapatkan persetujuan konsumen terlebih dulu.<\/span><\/p>\n<p><span>Konsumen dapat melakukan restrukturisasikepada lembaga keuangan jika mereka tidak bisa membayar. Namun keputusan akhir permintaan itu berada di tangan perusahaan keuangan.<\/span><\/p>\n<p><span>OJK menegaskan pihaknya tidak akan melindungi konsumen nakal, yakni yang memiliki itikad buruk pembayaran kredit.<\/span><\/p>\n<p><span>&#8220;Tapi daripada dicari-dicari mending proaktif sendiri kalau memang ada kewajiban yang belum bisa dipenuhi,&#8221; kata <\/span><span>Friderica Widyasari Dewi saat masih menjabat sebagai <\/span><span>Kepala Eksekutif Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK beberapa waktu lalu. <\/span><\/p>\n<p><strong>(hsy\/hsy)<\/strong><br \/>\n<a href=\"https:\/\/www.cnbcindonesia.com\/embed\/video\/715587?comscore=off\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">[Gambas:Video CNBC]<br \/><\/a>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<div><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/awsimages.detik.net.id\/visual\/2025\/12\/16\/ilustrasi-pinjol-1765876573409_169.jpeg?w=1200&amp;q=90\"> Informasi tentang pinjaman online (pinjol) yang menyatakan utang hangus setelah 90 hari adalah salah. Utang tetap harus dilunasi, dan bunga terus berjalan.<\/div>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"rop_custom_images_group":[],"rop_custom_messages_group":[],"rop_publish_now":"initial","rop_publish_now_accounts":[],"rop_publish_now_history":[],"rop_publish_now_status":"pending","neve_meta_sidebar":"","neve_meta_container":"","neve_meta_enable_content_width":"","neve_meta_content_width":0,"neve_meta_title_alignment":"","neve_meta_author_avatar":"","neve_post_elements_order":"","neve_meta_disable_header":"","neve_meta_disable_footer":"","neve_meta_disable_title":"","_themeisle_gutenberg_block_has_review":false,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-18782","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/18782","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=18782"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/18782\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=18782"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=18782"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=18782"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}