{"id":19964,"date":"2026-04-23T02:53:33","date_gmt":"2026-04-23T02:53:33","guid":{"rendered":"http:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/?p=19964"},"modified":"2026-04-23T02:53:33","modified_gmt":"2026-04-23T02:53:33","slug":"pdip-respons-kpk-soal-usulan-batas-masa-jabatan-ketum-parpol-inkonstitusional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/?p=19964","title":{"rendered":"PDIP Respons KPK Soal Usulan Batas Masa Jabatan Ketum Parpol: Inkonstitusional"},"content":{"rendered":"<div>\n<div class=\"article-content-body article-content-body_with-aside\" data-component=\"desktop:read-page:article-content-body\" data-component-name=\"desktop:read-page:article-content-body\" morss_own_score=\"5.214057507987221\" morss_score=\"13.302181325160308\">\n<div class=\"article-content-body__item-content\" data-component-name=\"desktop:read-page:article-content-body:section:text\" morss_own_score=\"4.533762057877814\" morss_score=\"31.192298643243667\">\n<p><b>Liputan6.com, Jakarta &#8211;<\/b> Politikus <a href=\"https:\/\/www.liputan6.com\/tag\/pdip\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">PDIP<\/a> Mohamad Guntur Romli mengkritik usulan Komisi Pemberantasan Korupsi (<a href=\"https:\/\/www.liputan6.com\/tag\/kpk\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">KPK<\/a>)\u00a0terkait pembatasan masa jabatan ketua umum partai politik maksimal dua periode.\u00a0Dia menegaskan, usulan itu melampaui wewenang KPK.<\/p>\n<p>&#8220;Ultra Vires tugas KPK. Artinya KPK telah keluar dari tugas pokok dan fungsinya (tupoksi),&#8221; kata Guntur pada wartawan, Kamis (23\/4\/2026).<\/p>\n<p>Guntur mengingatkan, sesuai UU KPK bahwa fokus lembaga\u00a0tersebut\u00a0adalah penindakan dan pencegahan korupsi yang berkaitan dengan penyelenggara negara, dan kerugian keuangan negara.\u00a0<\/p>\n<p>Advertisement<\/p>\n<p>&#8220;Mengurusi rumah tangga parpol, yang secara hukum merupakan organisasi masyarakat sipil (bukan lembaga negara), bisa dinilai sebagai langkah yang terlalu jauh. KPK seharusnya lebih fokus pada membenahi sistem penindakan yang kian melemah atau memperbaiki Indeks Persepsi Korupsi (IPK) yang menurun, daripada masuk ke ranah internal organisasi politik,\u201d kata dia.<\/p>\n<p>Selain itu, Guntur menilai usul KPK itu jelas inkonstitusional. Sebab secara yuridis, partai politik adalah badan hukum yang memiliki otonomi internal sebagai organisasi sukarela.\u00a0<\/p>\n<p>Usul itu\u00a0disebutnya\u00a0bertentangan terhadap prinsip kebebasan berserikat dan berkumpul dalam Konstitusi (Pasal 28E ayat 3 UUD 1945) dan UU Parpol (Pasal 2 ayat 1, Pasal 5 ayat 1, Pasal 15 ayat 1 UU No 22 Tahun 2011 tentang Partai Politik) memberikan hak bagi anggota partai untuk menentukan mekanisme kepemimpinannya sendiri melalui AD\/ART.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cIntervensi negara (melalui usulan regulasi KPK) terhadap masa jabatan pemimpin partai bisa dianggap menciderai kemandirian partai dan kebebasan berserikat yang dijamin konstitusi,\u201d ujar Guntur.<\/p>\n<\/div>\n<div class=\"article-content-body__item-page\" data-page=\"2\" data-title=\"Dinilai Tak Ada Korelasi dengan Korupsi\" morss_own_score=\"5.889908256880734\" morss_score=\"14.577408256880734\">\n<h2>Dinilai Tak Ada Korelasi dengan Korupsi<\/h2>\n<figure class=\"read-page--photo-gallery--item\" id=\"gallery-image-890574\" data-photo-gallery-page=\"2\" data-image=\"https:\/\/cdn0-production-images-kly.akamaized.net\/IXRZ7sKWEOifxiOvJk8PUJ9Zspc=\/640x360\/smart\/filters:quality(75):strip_icc()\/kly-media-production\/medias\/890574\/original\/033760500_1433159494-Gedung_Baru_PDIP-5.jpg\" data-description=\"Penampakan gedung baru DPP PDIP di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Senin (1\/6\/2015). Gedung senilai Rp.42,6 miliar itu diresmikan oleh Megawati Soekarnoputri. (Liputan6.com\/Herman Zakharia)\" data-title=\"Gedung Baru DPP PDIP Senilai Rp. 42,6 Miliar\" data-share-url=\"https:\/\/www.liputan6.com\/news\/read\/6321687\/pdip-respons-kpk-soal-usulan-batas-masa-jabatan-ketum-parpol-inkonstitusional?photo=890574\" data-photo-id=\"?photo=890574\" data-copy-link-url=\"https:\/\/www.liputan6.com\/news\/read\/6321687\/pdip-respons-kpk-soal-usulan-batas-masa-jabatan-ketum-parpol-inkonstitusional\" data-component=\"desktop:read-page:photo-gallery:item\" data-component-name=\"desktop:read-page:photo-gallery:item\" morss_own_score=\"7.875\" morss_score=\"12.375\"><figcaption>Penampakan gedung baru DPP PDIP di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Senin (1\/6\/2015). Gedung senilai Rp.42,6 miliar itu diresmikan oleh Megawati Soekarnoputri. (Liputan6.com\/Herman Zakharia)<\/figcaption><\/figure>\n<div class=\"article-content-body__item-content\" data-component-name=\"desktop:read-page:article-content-body:section:text\" morss_own_score=\"6.0\" morss_score=\"22.0\">\n<p>Guntur menegaskan, belum ada studi empiris yang secara mutlak membuktikan bahwa membatasi masa jabatan ketua umum partai politik secara otomatis akan menurunkan angka korupsi.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cKorupsi di Indonesia lebih sering terjadi karena biaya politik yang mahal (<em>high cost politics<\/em>), sistem kaderisasi yang buruk, dan tidak adanya transparansi dana kampanye.\u00a0Usulan itu juga rawan dipolitisasi, melalui intervensi terhadap durasi kepemimpinan partai sangat rawan disalahgunakan sebagai alat politik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>\u201cJika aturan ini diterapkan melalui regulasi negara, ada kekhawatiran penguasa dapat menggunakan instrumen ini untuk &#8216;menggulingkan&#8217; lawan politik yang memiliki basis massa kuat di partainya hanya karena persoalan durasi jabatan, bukan karena prestasi atau pelanggaran hukum,\u201d sambung Guntur.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, Guntur meminta KPK tetap pada koridornya sebagai lembaga penegak hukum yang fokus pada pengawasan aliran dana.<\/p>\n<p>\u201cPencegahan penyalahgunaan wewenang oleh misalnya kader partai di pemerintahan, daripada mencampuri kedaulatan organisasi partai politik,\u201d\u00a0Guntur menandaskan.<\/p>\n<\/div>\n<p>Advertisement<\/p>\n<\/div>\n<div class=\"article-content-body__item-page\" data-page=\"3\" data-title=\"Usulan KPK\" morss_own_score=\"5.752577319587629\" morss_score=\"13.25257731958763\">\n<h2>Usulan KPK<\/h2>\n<figure><figcaption>Gedung KPK (Liputan6\/Fachrur Rozie)<\/figcaption><\/figure>\n<div class=\"article-content-body__item-content\" data-component-name=\"desktop:read-page:article-content-body:section:text\" morss_own_score=\"6.0\" morss_score=\"16.0\">\n<p>Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Direktorat Monitoring mengusulkan pembatasan masa jabatan ketua umum partai politik maksimal dua periode.<\/p>\n<p>Usulan tersebut merupakan bagian dari kajian KPK terkait tata kelola partai politik. Dalam kajian itu, KPK menilai belum adanya standar sistem kaderisasi yang terintegrasi di tubuh partai.<\/p>\n<p>\u201cUntuk memastikan berjalannya kaderisasi, perlu pengaturan batas kepemimpinan ketua umum partai maksimal dua kali periode masa kepengurusan,\u201d demikian keterangan Direktorat Monitoring KPK.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<div>PDIP mengkritik usulan KPK terkait pembatasan masa jabatan ketua umum partai politik maksimal dua periode.<\/div>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"rop_custom_images_group":[],"rop_custom_messages_group":[],"rop_publish_now":"initial","rop_publish_now_accounts":[],"rop_publish_now_history":[],"rop_publish_now_status":"pending","neve_meta_sidebar":"","neve_meta_container":"","neve_meta_enable_content_width":"","neve_meta_content_width":0,"neve_meta_title_alignment":"","neve_meta_author_avatar":"","neve_post_elements_order":"","neve_meta_disable_header":"","neve_meta_disable_footer":"","neve_meta_disable_title":"","_themeisle_gutenberg_block_has_review":false,"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-19964","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/19964","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=19964"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/19964\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=19964"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=19964"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=19964"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}