{"id":20035,"date":"2026-04-23T06:48:37","date_gmt":"2026-04-23T06:48:37","guid":{"rendered":"http:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/?p=20035"},"modified":"2026-04-23T06:48:37","modified_gmt":"2026-04-23T06:48:37","slug":"kronologi-kasus-emiten-jusuf-hamka-cmnp-gugat-hary-tanoesoedibjo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/?p=20035","title":{"rendered":"Kronologi Kasus Emiten Jusuf Hamka (CMNP) Gugat Hary Tanoesoedibjo"},"content":{"rendered":"<div>\n<article morss_own_score=\"6.426506024096386\" morss_score=\"11.632027496489025\">\n<figure class=\"mb-9\" morss_own_score=\"5.0\" morss_score=\"9.0\">\n<imgsrc=\"\"><figcaption>\n                            Foto: Pengusaha Jusuf Hamka. (CNBC Indonesia\/Faisal Rahman)                        <\/figcaption><\/figure>\n<div class=\"detail-text\" morss_own_score=\"5.606864274570983\" morss_score=\"50.10686427457098\">\n<p morss_own_score=\"7.0\" morss_score=\"9.0\"><strong>Jakarta, CNBC\u00a0Indonesia<\/strong> \u2014 Emiten milik pengusaha jalan tol Jusuf Hamka,\u00a0PT Citra Marga Nusaphala Persada\u00a0Tbk\u00a0(CMNP) memenangkan sebagian gugatan terhadap Hary\u00a0Tanoesoedibjo\u00a0dan PT MNC\u00a0Asia Holding Tbk\u00a0(BHIT).<\/p>\n<p>Juru Bicara PN Jakpus Sunoto dalam keterangan resmi menyatakan Hary Tanoe dan MNC Asia Holding membayar ganti rugi materiil US$28 juta atau Rp 484 miliar (kurs Rp 17.300) dengan bunga 6% per tahun sejak 9 Mei 2002 hingga dibayar lunas.<\/p>\n<p>Majelis hakim juga menghukum Hary Tanoe dan MNC Asia Holding membayar ganti rugi imateriil Rp 50 miliar secara tanggung renteng serta membayar biaya perkara Rp 5,02 juta.<\/p>\n<p>&#8220;Majelis Hakim pada pokoknya berpendapat bahwa transaksi tanggal 12 Mei 1999 secara substantif merupakan perjanjian tukar-menukar surat berharga sebagaimana dimaksud Pasal 1541 KUH Perdata, bukan jual-beli,&#8221; tulis Sunoto dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (23\/4\/2026).<\/p>\n<p>Putusan\u00a0tersebut\u00a0merupakan putusan tingkat pertama, sehingga para pihak yang tidak menerima putusan ini berhak mengajukan upaya hukum banding ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta dalam tenggang waktu 14 hari sejak putusan diberitahukan secara sah, sesuai dengan ketentuan hukum acara perdata yang berlaku.<\/p>\n<p>Lantas bagaimana kasus perseteruan dua konglomerat itu bermula?\u00a0<\/p>\n<p>Sebagai informasi, kasus ini muncul dan ramai dibicarakan sejak tahun lalu. Akan tetapi kejadian perkara terjadi pada Mei 1999.\u00a0CMNP melakukan transaksi negotiable certificate of deposit (NCD) senilai US$ 28 juta dengan PT Bank\u00a0Unibank\u00a0Tbk.\u00a0<\/p>\n<p>Kala itu BHIT\u00a0bertindak sebagai arranger. Perusahaan milik Hary\u00a0Tanoe\u00a0tersebut pada 1989 sebagai perusahaan sekuritas, sebelum merambah ke bisnis media pada 2001.\u00a0<\/p>\n<p>Unibank sendiri adalah bank yang pernah beroperasi di Indonesia dari tahun 1967 hingga dibekukan pada tahun 2001. Bank itu dulu dimiliki oleh konglomerat Sukanto Tanoto.<\/p>\n<p>Sementara itu, kuasa hukum BHIT Hotman Paris Hutapea menilai dalam kasus tersebut,CMNP selaku penggugat seharusnya menggugat Unibank atau pihak yang menerima dana dari penerbitan surat berharga. Sebab, yang melakukan transaksi adalah CMNP dan Unibank\u00a0dan BHIT hanya merupakan perantara dari transaksi surat berharga tersebut.<\/p>\n<p><strong>Pertimbangan Majelis Hakim<\/strong><\/p>\n<p>Majelis hakim menilai Hary Tanoe dan MNC sebagai pihak yang menginisiasi, menawarkan, dan menyerahkan NCD\u00a0kepada CMNP sepatutnya mengetahui bahwa NCD tersebut tidak memenuhi ketentuan Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 21\/27\/UPG tanggal 27 Oktober 1988, sebagaimana pula telah dipertegas dalam Putusan Peninjauan Kembali Mahkamah Agung Nomor 376 PK\/Pdt\/2008 tanggal 19 Desember 2008 yang telah berkekuatan hukum tetap.<\/p>\n<p>Majelis Hakim menerapkan doktrin piercing the corporate veil (doktrin hukum yang menembus atau membuka tabir perusahaan, sehingga tanggung jawab hukum yang seharusnya terbatas pada perseroan beralih ke harta pribadi pemegang saham, direksi, atau komisaris) sebagaimana dimaksud Pasal 3 ayat (2) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas terhadap tergugat, dengan pertimbangan bahwa perbuatan yang dipersoalkan tidak semata tindakan pengurus perseroan, melainkan mencerminkan itikad tidak baik yang memanfaatkan nama korporasi.<\/p>\n<p><strong>(mkh\/mkh)<\/strong><br \/>\n<a href=\"https:\/\/www.cnbcindonesia.com\/embed\/video\/729151?comscore=off\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">[Gambas:Video CNBC]<br \/><\/a>\n<\/div>\n<p><a href=\"https:\/\/www.cnbcindonesia.com\/market\/20260107172730-17-700463\/update-terbaru-konflik-emiten-milik-2-konglomerat-ri\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><\/p>\n<p><span><br \/>\n\t\t\tNext Article\t\t<\/span><\/p>\n<p><span><br \/>\n\t\t\t\tUpdate Terbaru Konflik Emiten Milik 2 Konglomerat RI\t\t\t<\/span><\/p>\n<p><\/a><\/p>\n<\/article>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<div><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/awsimages.detik.net.id\/visual\/2024\/03\/09\/pengusaha-jusuf-hamka-cnbc-indonesiafaisal-rahman-2_169.jpeg?w=1200&amp;q=90\"> Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) memenangkan gugatan melawan Hary Tanoesoedibjo, memerintahkan ganti rugi US$28 juta dan Rp50 miliar.<\/div>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"rop_custom_images_group":[],"rop_custom_messages_group":[],"rop_publish_now":"initial","rop_publish_now_accounts":[],"rop_publish_now_history":[],"rop_publish_now_status":"pending","neve_meta_sidebar":"","neve_meta_container":"","neve_meta_enable_content_width":"","neve_meta_content_width":0,"neve_meta_title_alignment":"","neve_meta_author_avatar":"","neve_post_elements_order":"","neve_meta_disable_header":"","neve_meta_disable_footer":"","neve_meta_disable_title":"","_themeisle_gutenberg_block_has_review":false,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-20035","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20035","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=20035"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20035\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=20035"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=20035"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=20035"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}