{"id":22760,"date":"2026-05-02T07:48:23","date_gmt":"2026-05-02T07:48:23","guid":{"rendered":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/?p=22760"},"modified":"2026-05-02T07:48:23","modified_gmt":"2026-05-02T07:48:23","slug":"kinerja-medco-medc-dibayangi-beban-bunga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/?p=22760","title":{"rendered":"Kinerja Medco (MEDC) Dibayangi Beban Bunga"},"content":{"rendered":"<div>\n<article morss_own_score=\"6.2631578947368425\" morss_score=\"10.864016263835556\">\n<figure>\n<imgsrc=\"\"><figcaption>\n                            Foto: ist                        <\/figcaption><\/figure>\n<div class=\"detail-text\" morss_own_score=\"5.497797356828194\" morss_score=\"47.997797356828194\">\n<p morss_own_score=\"7.0\" morss_score=\"9.0\"><strong>Jakarta, CNBC Indonesia<\/strong>\u00a0\u2014 PT Medco Energi Internasional Tbk\u00a0(MEDC)\u00a0mencatat lonjakan kinerja pada kuartal I-2026. Laba bersih perusahaan melesat lebih dari tiga kali lipat menjadi US$72,15 juta, dari sebelumnya US$20,53 juta pada periode yang sama tahun lalu.<\/p>\n<p>Kenaikan ini sejalan dengan pertumbuhan pendapatan yang naik sekitar 19% menjadi US$668,3 juta, dari US$560,4 juta.<\/p>\n<p>Namun, di balik lonjakan laba tersebut, terdapat sejumlah catatan penting yang perlu dicermati investor.<\/p>\n<p>Lonjakan laba Medco tidak hanya ditopang kinerja inti. Perusahaan mencatat kontribusi signifikan dari entitas asosiasi sebesar US$44,55 juta, berbalik dari rugi pada periode sebelumnya.<\/p>\n<p>Artinya, sebagian pertumbuhan laba berasal dari faktor non-operasional, bukan sepenuhnya dari bisnis utama minyak dan gas.<\/p>\n<p>Pun meski pendapatan naik, tekanan biaya juga meningkat. Beban produksi, lifting, hingga pembelian minyak mentah tercatat naik signifikan.<\/p>\n<p>Dampaknya, laba kotor relatif stagnan di kisaran US$231,7 juta, hanya naik tipis dibanding tahun lalu.<\/p>\n<p>Salah satu tekanan utama datang dari sisi pendanaan. Beban keuangan Medco tercatat mencapai US$81 juta dalam tiga bulan pertama tahun ini.<\/p>\n<p>Angka ini menjadi salah satu faktor yang membatasi optimalisasi laba bersih, sekaligus mencerminkan tingginya beban utang perusahaan.<\/p>\n<p>Adapun total liabilitas Medco tercatat turun menjadi US$5,86 miliar, dari US$6 miliar pada akhir 2025. Level utang tersebut masih tergolong tinggi, dengan eksposur besar pada pinjaman bank dan obligasi.<\/p>\n<p>Total utang tersebut jauh lebih besar dibandingkan ekuitas sebesar US$2,4 miliar. Alhasil beban bunga menyerap porsi signifikan dari laba operasional.\u00a0<\/p>\n<p>Sementara itu, dari sisi arus kas, Medco mencatat kinerja operasional yang solid dengan arus kas operasi sebesar US$272,9 juta, meningkat dari tahun sebelumnya.<\/p>\n<p>Namun, posisi kas justru turun menjadi US$533,9 juta, dari sebelumnya US$569 juta. Penurunan ini dipicu oleh arus keluar besar pada aktivitas pendanaan, termasuk pembayaran utang dan biaya keuangan.<\/p>\n<p><strong>(mkh\/mkh)<\/strong><br \/>\n<a href=\"https:\/\/www.cnbcindonesia.com\/embed\/video\/729639?comscore=off\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">[Gambas:Video CNBC]<br \/><\/a>\n<\/div>\n<p><a href=\"https:\/\/www.cnbcindonesia.com\/market\/20251215170443-17-694375\/laba-bank-mandiri-november-2025-naik-287-mtm-gara-gara-ini\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><\/p>\n<p><span><br \/>\n\t\t\tNext Article\t\t<\/span><\/p>\n<p><span><br \/>\n\t\t\t\tLaba Bank Mandiri November 2025 Naik 28,7% Mtm Gara-Gara Ini\t\t\t<\/span><\/p>\n<p><\/a><\/p>\n<\/article>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<div><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/awsimages.detik.net.id\/visual\/2018\/01\/08\/3c45e52a-19a2-4272-88dd-3c4f0a23730d_169.jpeg?w=1200&amp;q=90\"> Medco Energi mencatat laba bersih kuartal I-2026 melonjak menjadi US$72,15 juta. Namun, tekanan biaya dan utang tinggi membayangi kinerja positif ini.<\/div>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"rop_custom_images_group":[],"rop_custom_messages_group":[],"rop_publish_now":"initial","rop_publish_now_accounts":[],"rop_publish_now_history":[],"rop_publish_now_status":"pending","neve_meta_sidebar":"","neve_meta_container":"","neve_meta_enable_content_width":"","neve_meta_content_width":0,"neve_meta_title_alignment":"","neve_meta_author_avatar":"","neve_post_elements_order":"","neve_meta_disable_header":"","neve_meta_disable_footer":"","neve_meta_disable_title":"","_themeisle_gutenberg_block_has_review":false,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-22760","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22760","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=22760"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22760\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=22760"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=22760"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=22760"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}