{"id":23475,"date":"2026-05-05T04:18:21","date_gmt":"2026-05-05T04:18:21","guid":{"rendered":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/?p=23475"},"modified":"2026-05-05T04:18:21","modified_gmt":"2026-05-05T04:18:21","slug":"breaking-news-tiba-tiba-ihsg-balik-arah-naik-1","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/?p=23475","title":{"rendered":"Breaking News! Tiba-Tiba IHSG Balik Arah Naik 1%"},"content":{"rendered":"<div>\n<article morss_own_score=\"6.463359639233371\" morss_score=\"11.694828170701904\">\n<figure class=\"mb-9\" morss_own_score=\"5.0\" morss_score=\"9.0\">\n<imgsrc=\"\"><figcaption>\n                            Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia. (CNBC Indonesia\/Muhammad Sabki)                        <\/figcaption><\/figure>\n<div class=\"detail-text\" morss_own_score=\"5.625531914893617\" morss_score=\"72.12553191489361\">\n<p morss_own_score=\"7.0\" morss_score=\"9.0\"><strong>Jakarta, CNBC Indonesia<\/strong> \u2014 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 1,25% per pukul 11.09 WIB hari ini, Selasa (5\/5\/2026). Indeks menyentuh level 7.058,81 atau naik 86,86 poin.\u00a0<\/p>\n<p>Sebanyak 378 saham naik, 292 turun, dan 289 stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp 7,42 triliun, melibatkan 20,17 miliar saham dalam 1,21 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar naik menjadi Rp 12.594 triliun.\u00a0<\/p>\n<p>Kondisi IHSG\u00a0siang ini kontras dengan pembukaan perdagangan. IHSG turun tipis 3,38 poin atau 0,05% ke level 6.968,56 pada pembukaan. Sebanyak 209 di zona hijau, 88 turun, dan 318 belum bergerak.<\/p>\n<p>Selang beberapa menit setelah pasar dibuka IHSG tercatat turun makin dalam yakni mencapai 0,71%. Adapun saham paling ramai ditransaksikan termasuk BBCA, BRPT dan BBRI.<\/p>\n<p>Pasar keuangan Indonesia diperkirakan akan menghadapi tekanan besar pada hari ini. Kembali memanasnya perang dan harga minyak bisa membuat IHSG dan rupiah tertekan.<\/p>\n<p>Nilai tukar rupiah semakin tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (5\/5\/2026). Tekanan terhadap mata uang Garuda makin dalam setelah sempat dibuka melemah pada awal perdagangan.<\/p>\n<p>Melansir data Refinitiv, per pukul 09.07 WIB, rupiah terpantau melemah 0,22% ke level Rp17.403\/US$. Posisi tersebut menunjukkan pelemahan yang semakin dalam dibandingkan pembukaan perdagangan pagi tadi di level Rp17.380\/US$.<\/p>\n<p>Namun, data pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan menguat serta melandainya inflasi diharapkan bisa menekan gejolak pasar. Pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hari ini juga akan menggelar dua konferensi pers hari ini.<\/p>\n<p>Gencatan senjata yang sebelumnya sudah rapuh antara Amerika Serikat dan Iran tampak berada di ambang kehancuran pada Senin, ketika Uni Emirat Arab diserang drone dan rudal Iran, sementara AS menyatakan telah menenggelamkan kapal-kapal Iran di Selat Hormuz.<\/p>\n<p>Presiden Donald Trump, dalam wawancara dengan Fox News pada Senin, memperingatkan Iran bahwa negara tersebut akan &#8220;dihapus dari muka bumi&#8221; jika menargetkan kapal AS yang melindungi kapal dagang yang melintas di selat tersebut.<\/p>\n<p>Trump juga mengatakan dalam unggahan di Truth Social bahwa sebuah kapal kargo Korea Selatan telah menjadi sasaran tembakan Iran di perairan itu. &#8220;Mungkin sudah saatnya Korea Selatan ikut bergabung dalam misi ini!&#8221; tulisnya.<\/p>\n<p>Indeks pasar saham ditutup melemah tajam pada Senin, sementara harga minyak naik, seiring meningkatnya kekhawatiran investor bahwa dampak perang terhadap ekonomi global dapat semakin memburuk atau berlangsung lebih lama.<\/p>\n<p>Dari dalam negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Maret 2026 surplus US$ 3,32 miliar. Surplus ini US$ 3,32 miliar dibanding catatan pada Februari 2026 yang senilai US$ 1,27 miliar.<\/p>\n<p>Kondisi surplus itu disebabkan nilai ekspor sebesar US$ 22,53 miliar atau turun 3,10% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sedangkan impor US$ 19,21 miliar atau tumbuh 1,51%. Sebagai catatan ini adalah surplus dalam 71 bulan beruntun sejak Mei 2020.<\/p>\n<p>Sementara itu, aktivitas manufaktur Indonesia semakin tergerus dampak perang hingga mengalami kontraksi. Data Purchasing Managers&#8217; Index (PMI) yang dirilis S&amp;P Global Senin (4\/5\/2026) menunjukkan PMI Indonesia berada di 49,1 pada April 2026.<\/p>\n<p>Angka ini adalah yang terendah sejak Juli 2025 atau sembilan bulan terakhir. Angka ini sekaligus menandai kontraksi pertama PMI sejak Juli 2025 setelah delapan bulan ekspansi.<\/p>\n<p>PMI menggunakan angka 50 sebagai titik mula. Jika di atas 50, maka artinya dunia usaha sedang dalam fase ekspansi. Sementara di bawah itu artinya kontraksi.<\/p>\n<p><strong>(mkh\/mkh)<\/strong><br \/>\n<a href=\"https:\/\/www.cnbcindonesia.com\/embed\/video\/731931?comscore=off\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">[Gambas:Video CNBC]<br \/><\/a>\n<\/div>\n<p><a href=\"https:\/\/www.cnbcindonesia.com\/market\/20260127091520-17-705567\/breaking-news-pagi-pagi-ihsg-sudah-ambruk-113\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><\/p>\n<p><span><br \/>\n\t\t\tNext Article\t\t<\/span><\/p>\n<p><span><br \/>\n\t\t\t\tBreaking News! Pagi-Pagi IHSG Sudah Ambruk 1,13%\t\t\t<\/span><\/p>\n<p><\/a><\/p>\n<\/article>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<div><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/awsimages.detik.net.id\/visual\/2021\/08\/16\/ilustrasi-bursa-efek-indonesia-cnbc-indonesiamuhammad-sabki-10_169.jpeg?w=1200&amp;q=90\"> IHSG melonjak 1,25% ke 7.058,81, meski pasar keuangan Indonesia menghadapi tekanan. Rupiah melemah ke Rp17.403\/US$ di tengah ketegangan global.<\/div>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"rop_custom_images_group":[],"rop_custom_messages_group":[],"rop_publish_now":"initial","rop_publish_now_accounts":[],"rop_publish_now_history":[],"rop_publish_now_status":"pending","neve_meta_sidebar":"","neve_meta_container":"","neve_meta_enable_content_width":"","neve_meta_content_width":0,"neve_meta_title_alignment":"","neve_meta_author_avatar":"","neve_post_elements_order":"","neve_meta_disable_header":"","neve_meta_disable_footer":"","neve_meta_disable_title":"","_themeisle_gutenberg_block_has_review":false,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-23475","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/23475","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=23475"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/23475\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=23475"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=23475"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/politics.news.eraenterprise.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=23475"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}