Dunia Menahan Napas: Pertemuan Tertutup Trump-Netanyahu, Bahas “Opsi Militer” untuk Nuklir Iran?
Dateline: Washington D.C., 13 Februari 2026
Kategori: Internasional / Geopolitik
WASHINGTON D.C. – Suasana tegang menyelimuti Gedung Putih pagi ini waktu setempat. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menerima kunjungan mendadak Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dalam sebuah pertemuan tertutup yang disebut-sebut akan menentukan nasib stabilitas Timur Tengah untuk satu dekade ke depan.
Pertemuan tingkat tinggi ini terjadi di tengah laporan intelijen terbaru yang menyebutkan bahwa pengayaan uranium Iran telah mencapai ambang batas kritis 90% (grade senjata). Agenda utama pembicaraan kedua pemimpin “Kanan” ini diyakini bukan lagi soal sanksi ekonomi, melainkan opsi strategi militer gabungan.
Juru bicara Gedung Putih dalam keterangan singkatnya menyatakan, “Presiden Trump dan PM Netanyahu sepakat bahwa Iran nuklir adalah ancaman eksistensial yang tidak bisa ditoleransi. Segala opsi kini tersedia di atas meja.”
Nasib Gaza dan “Day After” Selain isu Iran, dokumen yang bocor ke media menyebutkan bahwa Netanyahu membawa proposal baru terkait masa depan Jalur Gaza pasca-konflik berkepanjangan. Israel dikabarkan meminta jaminan keamanan penuh dari AS untuk mempertahankan kontrol militer di koridor-koridor strategis Gaza, sebuah langkah yang diprediksi akan memicu reaksi keras dari dunia Arab dan PBB.
Analisis Era Bangun:
“Gejolak di Timur Tengah ini akan berdampak langsung pada harga minyak dunia dan stabilitas ekonomi kita di Indonesia. Pemerintah pusat harus segera menyiapkan skenario mitigasi jika eskalasi militer benar-benar pecah pasca-pertemuan ini.”
Tag: #Geopolitik #TimurTengah #TrumpNetanyahu #IsuGlobal #EraBangun
