Mengejutkan! Venezuela Resmi Tunda Pilpres 2026, Alasan “Stabilitas Nasional” Jadi Tameng Kekuasaan
Dateline: Caracas, 13 Februari 2026 Kategori: Internasional / Demokrasi
CARACAS – Gelombang protes kembali memanas di jalanan Caracas setelah otoritas pemilihan umum Venezuela (CNE) secara mengejutkan mengumumkan penundaan Pemilihan Presiden yang seharusnya digelar tahun ini. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh perwakilan pemerintah pada Jumat (13/2/2026) dini hari.
Pemerintah berdalih, penundaan hingga waktu yang “belum ditentukan” ini terpaksa diambil demi menjaga “Stabilitas Nasional” di tengah ancaman sabotase ekonomi dan tekanan asing yang mereka klaim didalangi oleh blok Barat.
“Kondisi negara sedang tidak memungkinkan untuk menggelar pesta demokrasi. Kami memilih menyelamatkan kedaulatan daripada memaksakan pemilu yang rentan disusupi agen asing,” ujar pernyataan resmi Istana Miraflores.
Reaksi Dunia: Lonceng Kematian Demokrasi? Langkah kontroversial ini memicu kecaman luas. Organisasi Negara-Negara Amerika (OAS) menyebut keputusan ini sebagai “kudeta konstitusional”. Sementara itu, kubu oposisi menyerukan mogok nasional dan meminta intervensi komunitas internasional untuk memulihkan jadwal demokrasi.
Penundaan ini dikhawatirkan akan memicu gelombang migran baru dari Venezuela ke negara-negara tetangga, menciptakan krisis kemanusiaan terbesar kedua di Amerika Latin dalam satu dekade terakhir.
Catatan Demokrasi Era Bangun:
“Apa yang terjadi di Venezuela adalah pelajaran berharga bagi kita. Bahwa dalih ‘stabilitas’ tidak boleh digunakan untuk membunuh demokrasi. Jadwal pemilu adalah konstitusi yang harus dijaga, bukan dinegosiasikan demi langgengnya kekuasaan.”
Tag: #Venezuela #DemokrasiGlobal #KrisisPolitik #BeritaDunia #EraBangun
